What Amnesty?

Terbaca di Twitter pagi ini, akun gerai kopi internasional kesayangan saya memasang Tumbler Amnesty Week sebagai judul promo mereka.

Sedikit mengernyitkan dahi, saya sempat terpikir apa kira-kira objek amnesty di sini. Tapi kemudian selidik punya selidik, ternyata konten strategi marketing tersebut adalah seputar potongan harga alias diskon.

Lantas apa alasannya promo diskon disamarkan jadi amnesty? Sedangkan definisi amnesty sendiri menurut kamus Thesaurus adalah general pardon of offenses. Atau versi Merriam-Webster, yaitu a decision that a group of people will not be punished, or that a group of prisoners will be allowed to go free.

Dengan tafsir lain, istilah amnesty lebih mendekati makna penebusan alias redemption.

Walaupun redemption saja masih belum tepat, karena dalam strategi marketing redemption sering dilekatkan pada aktivitas penukaran kredit belanja. Sedangkan sifat amnesty hakikinya justru penebusan bagi yang tidak punya cukup kredit, sehingga “diampuni”.

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan apabila sejak “demam” program Tax Amnesty ada brand yang ingin mengadopsi istilah yang sama. Namun menyampaikan pesan promo diskon menggunakan istilah amnesty bukan saja berakibat pergeseran persepsi (dan harapan) pelanggan, tetapi juga dapat merugikan brand sendiri karena harus menjelaskan berulang kali.

Will it worth the effort? Perkirakan sendiri. 😉

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *