Mimpi

Kemarin pagi saya bermimpi, tentang:
Masa depan kesehatan dunia yang tak hanya didominasi industri farmasi. Tentang keterbukaan akses publik pada hasil riset terkini. Tentang dokter yang bekerja sesuai janji profesi; mendampingi dan berkomunikasi.
Kurikulum pendidikan formal/informal yang efektif. Punya algoritma sesuai kemampuan pelajar dan kebutuhan masa depan. Membekali mereka tidak hanya ilmu, tapi juga keterampilan fisik dan sosial.
Negara yang sadar penuh potensinya. Yang mengupayakan setiap jengkal tanah jadi sumber devisa. Yang memberanikan rakyat untuk berkarya.
Sistem transportasi yang moderen dan terintegrasi. Pembukaan jalur-jalur distribusi baru yang menjangkau sudut tersempit negeri.
Terbukanya fasilitas lapangan kerja di bidang jasa. Karena di masa depan kebutuhan sehari-hari makin jarang dibeli, melainkan disewa.
Valuasi mata uang memperhitungkan nilai barang. Pasar barter akan seramai transaksi di bank.
Teknologi berperan penuh dalam fungsi pengawasan dan ketertiban. Sanksi sosial diatur secara undang-undang, karena lebih efektif ketimbang sanksi fisik.
Semoga kurang dari sepuluh tahun lagi semuanya bukan sekadar mimpi.
Catatan: Daftar ini sangat mungkin ditambahi.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *